Pdnewsscom (TULANG BAWANG) – Masyarakat Kampung Warga Makmur Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang, menyatakan dengan tegas akan menolak adanya usaha Bilyard besar yang akan beroperasi di RK 1 , tepatnya di depan Masjid Kampung Warga Makmur Jaya.
Berdasarkan informasi menyebutkan, di wilayah tersebut akan di bangun usaha Bilyard dengan kapasitas sebanyak 20 meja Bilyard. Itu adalah usaha Bilyard berkapasitas sangat besar dan mewah. Tentunya ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat umum.
Mereka menilai, bahwa calon usaha Bilyard itu berada di tengah – tengah pemukiman masyarakat, terlebih lagi lokasinya tepat berada tepat di depan Masjid hanya berjarak beberapa meter saja, bisa saja menimbulkan dampak negatif atau dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
“Hal inilah yang menjadi alasan masyarakat akan menolak usaha Bilyard tersebut. Pasti nantinya dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Terlebih lagi lokasinya depan Masjid dan dekat dengan lembaga Taman Pendidikan Alquran (TPA). Selain itu juga dekat dengan lingkungan sekolah SD, SMP dan SMA yang berjarak kurang lebih 1 kilo meter,”terang Yanto.
Hal senada diungkapkan oleh warga lainya, dia mengaku cemas dan khawatir anak – anak sekolah dan anak – anak remaja terpengaruh negatif dengan adanya Bilyard kapasitas besar sebanyak 20 meja. Ini sangat membahayakan bagi perkembangan mental anak – anak.
“Gawat ini, sangat berbahaya bagi anak anak. Kenapa usaha Bilyard buka di tengah tengah pemukiman masyarakat dan depan masjid. Mengapa tidak cari di tempat lain. Inilah yang jadi bahan pertimbangannya,”kata Tiyo.
Selain itu, diduga kuat, bahwa proses pembangunan tersebut belum mengantongi izin lingkungan maupun dari Pemerintahan Kampung Warga Makmur Jaya. Sehingga bangunan itu disebut sebagai bangunan liar yang tidak mengantongi surat izin mendirikan bangunan, surat izin usaha dan berkas administratif perizinan lainya.
Sekretaris Kampung Warga Makmur Jaya, Suyanto, saat dikonfirmasi terkait proses pembangunan tersebut mengaku bahwa Pemkam Warga Makmur Jaya belum pernah menerima ataupun merekomendasikan pembangunan yang akan dijadikan sebagai usaha Bilyard.
“Setahu saya sampai hari ini belum ada pihak yang meminta rekomendasi perizinan pembangunan calon usaha Bilyard di wilayah tersebut. Tidak ada yang datang minta rekomendasi izin lingkungan maupun lainnya Mas,”kata Suyanto. (Setia B)















